Mobilitas Sosial
Mobilitas Sosial merupakan gerak perpindahan seseorang atau kelompok orang dari status social satu menuju status social yang lain.
Bentuk-bentuk mobilitas social :
*Vertikal yaitu perpindahan status individu dari satu kedudukan menuju kedudukan lain yang tidak sederajat.
Jenis mobilitas social dibedakan sebagai berikut
-Social climbing yaitu perpindahan status individu dari kedudukan rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi.
-social sinking yaitu perpindahan status individu dari kedudukan tinggi menuju kedudukan yang lebih rendah.
*Horizontal yaitu perpindahan status individu dari kelompok social satu menuju kelompok social lain yang masih sederajat atau sama.
Faktor-faktor pendorong perubahan social :
* Faktor struktural
Ketika status social yang dituju oleh individu memang ada atau terdapat tempat unduk diisi,kondisi tersebut dapat mendorong terciptanya mobilitas,misalnya mobilitas akibat terbukanya kesempatan kerja.
*Faktor invididu
kondisi ini berkaitan dengan tingkat kualitas seseorang,semakin tinggi pendidikan,kecakapan,serta keterampilan seseorang besar kemungkinan dapat menjangkau posisi tertentu.
*Faktor ekonomi
relitas hidup yang serba kekurangan dapat mendorong seseorang untuk giat bekerja.
*Faktor perubahan social
Perubahan kondisi social dalam masyarakat sering memunculkan semangat untuk melakukan mobilitas social.
Faktor-faktor penghambat perubahan social :
*Kemiskinan
kemiskinan membatasi mobilitas social untuk mencapat prestise atau kedudukan karena keterbatasan ekonomi.
*Sistem pelampisan social
system pelampisan sosial tertutup akan memperhambat seseorang untuk melakukan mobilitas naik.
*Kebudayaan masyarakat
kebudayaan yang tertutup akan pengaruh luar yang sebenarnya baik akan memperhambat untuk melakukan mobilitas naik.
*Perbedaan kepentigan
perbedaan kepentingan antara individu dalam suatu organisasi akan memotivasi individu untuk bersaing yang akan berakibat timbulnya sikap saling menghambat menghambat satu sama lain untuk tercapainya keinginan.
Rabu, 03 Agustus 2016
Penginderaan jauh
Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek,daerah/fenomena melalui analisis data yang diperoleh menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek,daerah atau fenomena yang dikaji menurut (lillesand & kiefer,1994).
Penginderaan jauh juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang diambil dari jarak jauh (Campbell,1987).
Komponen-komponen penginderaan jauh :
1).tenaga
Dihasilkan dari radiasi matahari tenaga ini untuk menyinari obyek yang ada dipermukaan bumi dan memantulkannya pada sensor.
Tenaga dibagi 2 yaitu :
*Tenaga alamiah adalah tenaga yang dihasilkan dari sinar matahari.
*Tenaga buatan adalah tenaga yang dihasilkan dari gelombang mikro.
2).Interaksi antara Tenaga & Objek
Setiap objek mempunyai sifat tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga akan tampak lebih cerah, sedangkan objek yang pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak gelap.
Contoh objek :
*area pemukiman
*jalan
*air
*hutan
*gedung,dll
3).Sensor
Sensor berfungsi untuk menerima dan merekam tenaga yang datang dari suatu objek.
Macam-macam sensor :
*Sensor Fotografik
Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera dengan menggunakan film sebagai detektornya yang bekerja pada spetrum tampak. Hasil dari penggunaan sensor fotografik adalah bentuk foto udara.
*Sensor Elektronik
Sensor elektronik menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari sinar X sampai gelombang radio dengan pita magnetik sebagai detektornya. Keluaran dari penggunaan sensor elektrik ini adalah dalam bentuk citra.
4).Citra
Macam-macam citra :
*Citra foto adalah citra yang dihasilkan dari lensa kamera.
*Citra non foto adalah citra yang tidak dihasilkan dari lensa kamera.
*Citra foto adalah citra yang dihasilkan dari lensa kamera.
*Citra non foto adalah citra yang tidak dihasilkan dari lensa kamera.
5).Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri dari berbagas jenis gas,seperti o2,co2,nitrogel dll.
6).Wahana
Wahana adalah kendaraan yang mengangkut atau membawa alat pemantau dalam pengindraan jauh.
Wahana adalah kendaraan yang mengangkut atau membawa alat pemantau dalam pengindraan jauh.
7).Perolehan data
Perolehan data dapat berupa data manual ataupun data numerik (digital).
*Data manual dapat kita peroleh melalui kegiatan interpretasi citra. Untuk membantu pengerjaan interpretasi citra secara manual kita memerlukan alat bantu yang bernama stereoskop, Stereoskop berfungsi untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
*Data numerik(digital) dapat kita peroleh melalui penggunaan software khusus untuk pengindraan jauh yang terdapat dapalam komputer serta diterapkan.*Data manual dapat kita peroleh melalui kegiatan interpretasi citra. Untuk membantu pengerjaan interpretasi citra secara manual kita memerlukan alat bantu yang bernama stereoskop, Stereoskop berfungsi untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.
8).Penggunaan data
Penggunaan data adalah komponen akhir yang penting dalam sistem pengindraan jauh, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil indraja. Berikut lembaga-lembaga yang menggunakan data pengindraan jauh misalnya sebagai berikut.
*Bidang militer
*Bidang Kependudukan.
*Bidang pemetaan.
*Bidang meteorologi dan klimatologi.
Langganan:
Postingan (Atom)